kaleidoskop

saya.berpikir.ada
Recent Tweets @

al-ghozi:

moghamara:

My day in Adʿiyah

ayo ayo, dibudayakan!

(via gungmuflih)

yasirmukhtar:

Nouman Ali Khan : “The Story of Robert Davilla”

Hanya mampu berucap: “Masya Allah.. Alhamdulillah.. Astaghfirullah..”

#Lombok #PantaiKuta

nayasa:

too smart :’O

ulfasolasido:

especially for you Elysia Azizah {} 

Kado terindah dari adik-adik tercinta. Semoga cinta selalu mengiringi kita, pun cinta-Nya.

Counting down to 2nd April :-o

Will hope be better„everywhere and anywhere.

Buat para Bunda, Calon Bunda
By: @AishaMaharani

Kisah Seorang ibu yang mendoakan anaknya menjadi Imam Besar Masjidil Haram

Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji.

Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata: “idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain,” yang artinya “Pergi kamu…! Biar kamu jadi imam di Haramain…!”

Dan SubhanAllah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram…!! Tahukah kalian, siapa anak kecil yang di doakan ibunya saat marah itu…?? Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.

Ini adalah teladan bagi para ibu, calon ibu, ataupun orang tua… hendaklah selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah. Karena salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anak-anaknya. Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Meski dalam kondisi marah sekalipun.

Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitupun untuk anak-anakmu, pembantumu, juga hartamu. Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana Allah mengabulkan doa kalian…(HR. Abu Dawud)

Para pahlawan mukmin sejati tidak akan membuang energi mereka untuk memikirkan seperti apa ia akan ditempatkan dalam sejarah manusia. Yang mereka pikirkan adalah bagaimana mereka meraih posisi paling terhormat di sisi Allah SWT. Itulah sejarah yang sebenarnya.

Jika suatu ketika sejarah manusia memberi mereka posisi yang terhormat, itu hanyalah—seperti kata Rasulullah saw, “berita gembira yang dipercepat.”

- Anis Matta (“Mencari Pahlawan Indonesia”)
Di zaman ketidakpercayaan ini
Tidur mungkin tak lagi nyenyak
Tetapi tetap diselingi mimpi yang tak terputus
Bahwa suatu saat kata masih bisa punya arti
Anis Matta (via noeyhikari)