kaleidoskop

saya.berpikir.ada
Karena cinta itu bukan sekedar kata. Tapi sebuah akumulasi rasa dan rindu serta decak kagum. Kemudian di selimuti dalam bungkus Doa karenaNya.
@udayusuf

akhirulsyah:

Bocooor.. bocooor.. makanya jangan over promise under delivery.. #savejomlo #antiPHP :))) with Ayatulloh and Zeid – View on Path.

eeaaa…ghelaaa….wkkwk

write-read-smile:

Kadang kala, anak saya, Wafi 20 bulan menjerit jika saya tidak datang segera memenuhi kebutuhannya.
Saya biarkan ia menjerit jika pekerjaan saya belum selesai.
“Aaa…mau yang itu bukan yang itu, tolooong umaay!”
Dari jauh saya menyahut.
“Tunggu sebentar sayang, sabar ya”
Jeritannya semakin…

write-read-smile:

Dini hari, suara alarm bersahutan membuat saya enggan meninggalkan peraduan.
“Yang matikan yang..”
Itu bukan suara saya atau suami, melainkan anak saya, Wafi. Kemudian ia tidur kembali.

Bahkan dalam igauannya pun ia meniru kami, ayah dan ibunya.

Ya, menjadi orang tua artinya menjadi superstar….

Pernikahan mungkin menjadi akhir dari pencarian pendamping hidup, tetapi pernikahan bukanlah akhir dari perjuangan hidup. Karena dalam hidup selamanya kita belajar dan berjuang
Ingat. Siapapun jodohmu, jangan pernah berhenti menedekati Allah. Karena Allah akan malu memberikan yang terburuk untuk seseorang yang dekat dengan-NYA.
Ayya dalam Para Pencari Tuhan 8

Kita seharusnya memberikan perhatian besar pada pendidikan sirah nabawi, kisah teladan para pendahulu kita yang mulia dari kalangan nabi, sahabat, tabi’in, dan para ‘ulama untuk para anak-anak kita.

Mengapa?

Agar di usia remajanya yang memerlukan tokoh anutan, ia tak kehilangan referensi; sebelum ia mengenal para penjaja hiburan penuh nafsu, yang lisan kita terlalu mulia untuk menyebutnya.

Demi Allah, hidup dan perjuangan Rasulullah saw. beserta para sahabatnya lebih dahsyat, memukau, dan membuat decak kekaguman.

disarikan dari Salim A. Fillah dalam Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan (via superbmother)

Setuju!!! :)

(via aliyahani)

Cerita Klasik mengenai Palestina karangan Helvy Tiana Rosa (HTR) terbit di majalah Annida.

mm 

tapi saya bersyukur, bahwa saat beberapa orang bercakap dengan saya..sisi idealisalah yang mereka ungkapkan, sehingga saya bisa banyak mendapat gambaran bahwa inilah…

  • Ini bukan tulisan tentang dua manusia yang saling jatuh cinta. Ini adalah percakapan kecil tentang dua manusia yang sedang belajar mengenal cinta.
  • #1
  • Lelaki: Jam 7 malam gini kamu makan?
  • Perempuan: Aku lapar. Tadi siang aku nggak sempat makan. Ada yang salah?
  • Lelaki: Nggak sih, biasanya kan kalau perempuan begitu lewat maghrib nggak akan makan.
  • Perempuan: Perempuan yang mana?
  • #2
  • Lelaki: Kamu nggak minta email sama password semua akun yang aku punya?
  • Perempuan: Buat apa?
  • Lelaki: Ya mana aku tahu. Biasanya kan perempuan gitu.
  • Perempuan: Perempuan yang mana?
  • #3
  • Lelaki: Kamu nggak pinjam handphone aku?
  • Perempuan: Buat apa? Aku udah punya handphone sendiri.
  • Lelaki: Ya perempuan kan biasanya gitu, geledah handphone pacarnya. Pacarnya berhubungan sama siapa aja gitu.
  • Perempuan: Perempuan yang mana?
  • #4
  • Lelaki: Kamu nggak cemburu liat banyak perempuan deketin aku?
  • Perempuan: Cemburu.
  • Lelaki: Terus kenapa diam aja? Biasanya kan perempuan langsung marah dan ngomel-ngomel.
  • Perempuan: Perempuan yang mana? Terus aku harus gimana? Aku belum nemuin sesuatu yang lebih berharga dari rasa percaya.
  • #5
  • Lelaki: Kamu nggak kangen sama aku?
  • Perempuan: Kenapa gitu?
  • Lelaki: Ya biasanya perempuan kan kalau kangen sedikit aja, pasti bilang.
  • Perempuan: Perempuan yang mana? Orang lapar itu nggak akan kenyang kalau cuma bilang lapar.
  • #6
  • Lelaki: Kenapa kamu nggak pernah ingetin aku sholat, makan, dan hal-hal kayak gitu?
  • Perempuan: Loh, emang kenapa?
  • Lelaki: Perempuan kan selalu ngingetin hal-hal kecil kayak begitu.
  • Perempuan: Perempuan yang mana? Aku pikir kamu udah tahu rasanya lapar dan waktu sholat, apa lagi yang harus aku ingetin?
  • #7
  • Lelaki: Kenapa kamu nggak mau aku antar sampai rumah?
  • Perempuan: Kenapa harus?
  • Lelaki: Ya kan kamu perempuan. Biasanya ya tugas laki-laki nganter perempuan sampai rumah.
  • Perempuan: Perempuan yang mana? Selagi aku masih bisa pulang sendiri, kenapa aku harus manja dan ngrepotin kamu?
  • #8
  • Lelaki: Kamu nggak bete liat aku sibuk sendiri?
  • Perempuan: Nggak. Kamu nggak liat aku juga sibuk sendiri?
  • Lelaki: Aneh. Biasanya kan perempuan selalu ngomel kalau pacarnya sibuk sendiri.
  • Perempuan: Perempuan yang mana? Perempuan pengangguran?
  • #9
  • Lelaki: Kenapa kamu nggak nyuruh aku berhenti ngerokok?
  • Perempuan: Karena kamu nggak mau berhenti.
  • Lelaki: Aku nggak bilang gitu. Lagian biasanya perempuan mana peduli sih pacarnya mau berhenti atau nggak.
  • Perempuan: Perempuan yang mana? Kamu udah dewasa kan? Udah tahu juga dong baik buruknya segala sesuatu, termasuk akibat-akibat dari ngerokok.
  • #10
  • Lelaki: Kamu jadi perempuan dingin banget sih?
  • Perempuan: Ada masalah?
  • Lelaki: Ya aneh aja. Kamu nggak kayak perempuan biasanya.
  • Perempuan: Kamu udah terlalu sering disulut api. Jadi ya aku nggak perlu jadi api lagi. Aku harus balikin kamu ke suhu normal.
  • Ini adalah percakapan kecil tentang dua manusia yang sedang belajar mengenal cinta, dengan dua masa lalu dan dua pengalaman hidup yang berbeda.