kaleidoskop

saya.berpikir.ada
Percaya deh, setiap manusia itu punya masalah. Bedanya, sebagian mudah ngeluh, sebagian enggak. Sebagian mudah marah, sebagian enggak. Jangan jadi manusia yang terlalu berisik. Dunia butuh banyak energi positif.
(via irinepraptiningtyas)

Dan lebih banyak tawa :)

(via dhenitriadi)

Yang masi adaaaa dari PAS-ITB. Souvenir PARABOLA 2010..Souvenir Wisuda PAS-ITB 2013

The reason why ‘Istikharah’ is so complicated for us is because we looking for something supernatural. And if it didn’t happen then we feel unfulfilled.
Syaikh Abdul Nasir Jangda (via auntivietnanti)
The outcome of ‘Istikharah’ is not like you wake up in the middle of the night and suddenly have 3 D vision of what you have to do. That’s not going to happen. It is ‘Istikharah’ not Avatar.
It is more about the clarity of your mind, the reflection of your deep heart, that confidence you to make decision and to lean to just one option
Syakh Abdul Nasir Jangda (via auntivietnanti)
kotak-nasi:

skyexplorerj5:

Ya… Dia masih mendengarkanmu…islamsymphony.tumblr.com | skyexplorerj5.tumblr.com

"Dia tau apa yang akan kau sampaikan, namun Dia masih (mau) mendengarkanmu."

kotak-nasi:

skyexplorerj5:

Ya… Dia masih mendengarkanmu…

islamsymphony.tumblr.com | skyexplorerj5.tumblr.com

"Dia tau apa yang akan kau sampaikan, namun Dia masih (mau) mendengarkanmu."

(via darmawanpost)

fatimahkurniawan:

20.45

Untuk kau yang sedang berjuang, bagaimana kabarmu? Ingin kuceritakan senja sore tadi yang tidak terlalu jingga, namun selalu menenangkan, menyadarkan bahwa perjuangan hari ini hampir berakhir.

Aku tau kau sedang berjuang. Bukankah setiap manusia yang ada di dunia sedang berjuang untuk apa…

Karena cinta itu bukan sekedar kata. Tapi sebuah akumulasi rasa dan rindu serta decak kagum. Kemudian di selimuti dalam bungkus Doa karenaNya.
@udayusuf

akhirulsyah:

Bocooor.. bocooor.. makanya jangan over promise under delivery.. #savejomlo #antiPHP :))) with Ayatulloh and Zeid – View on Path.

eeaaa…ghelaaa….wkkwk

write-read-smile:

Kadang kala, anak saya, Wafi 20 bulan menjerit jika saya tidak datang segera memenuhi kebutuhannya.
Saya biarkan ia menjerit jika pekerjaan saya belum selesai.
“Aaa…mau yang itu bukan yang itu, tolooong umaay!”
Dari jauh saya menyahut.
“Tunggu sebentar sayang, sabar ya”
Jeritannya semakin…